HITOPADESHA IN INDONESIAN

NASEHAT YANG BERGUNA

 

Untuk:

Pada saat malapetaka akan terjadi,
Bahkan seorang teman akan menjadi sebuah penyebabnya,
Seperti juga kaki ibu,
Akan menjadi tiang tempat mengikat betis.



Lebih pula:

Seseorang adalah benar-benar teman dari mereka
Yang sedang kesusahan,
Yang mana dia dapat menyelamatkan mereka dari malapetaka,
Bukan dia yang pintar mengkritik,
Terhadap sesuatu yang dilakukan salah,
Ataupun cara menolong mereka yang sedang kesusahan

"Pada waktu malapetaka menimpa menjadi terperangah adalah sebuah tanda dari sifat pengecut. Oleh karenanya dengan kesabaran, marilah kita pikirkan cara pemecahan untuk hal ini."



Untuk:

Ini adalah sejak lahir hal-hal kepandaian ???????????????????? Orang pandai
Dari seorang yang mulia:
Kesabaran dalam malapetaka,
Kerendahan hati dalam kemakmuran,
Kepandaian berbicara dalam suatu majelis,
Keberanian dalam perang,
Kesukaan akan keagungan
Dan ketaatan yang dalam terhadap pengetahuan suci.

Tak ada keriangan dalam kekayaan,
Tak ada kesedihan dalam malapetaka,
Dan teguh dalam perang;
Seorang ibu jarang melahirkan anak seperti ini,
Dimana dia adalah perhiasan dari tiga dunia.



Labih pula:

Enam kecacatan harus ditinggalan
Oleh seseorang di dunia ini,
Yang mempuyai hasrat untuk kesejateram
Sifat suka mengantuk, lempem, takut, marah, malas
Dan menunda-nunda.

"Dalam masalah ini, sebaiknya dilakukan seperti ini. Mari kita bersatu dalam pikiran and terbang jauh bersama jaring ini."



Untuk:

Bahkan kesatuan dari hal-hal yang tidak penting,
Akan bisa menyelesaikan sebah tugas;
Seperti kelompok gajah
Berada dalam masa berkelamin,
Dapat diikat dengan tali yang terbuat dari alang-alang.

Bahkan kesatuan dari anggota-anggota yang tidak penting
Dari sebuah keluarga,
Adalah berguna bagi mereka;             endiri///////
Beras yang terpisah dari sekam,
Tidak akan tumbuh.

Berpikir demikian, semua burung menangkap jaring tersebut dan membawa terbang bersama mereka.

Ketika si pemburu melihat mereka membawa kabur jaring tersebut, dia mengejar mereka dan berpikir:

Secara bersama-sama burung-burung tersebut
Membawa kabur jaringku,
Tapi ketika mereka akan turun,
Mereka akan berada dibawah kekuasaanku.

Namun ketika burung-burung tersebut tidak terlihat lagi oleh si pemburu, dia pun kembali.

Melihat si pemburu telah kembali, burung-burung merpati berkata "Apa yang harus dilakukan sekarang?"



Chitragreeva berkata:

Ibu, teman dan ayah,
Kelompok tiga ini adalah secara alami bersikap baik,
Yang lainnya menjadi bersikap baik,
Karena adanya motif-motif tersembunyi.

"Jadi sekarang teman kita Hiranyaka, si raja tikus yang hidup di tepi sungai Gandaki akan menggigit ikatan-ikatan kita."

Berpikir demikian, mereka semua hinggap di dekat lubang Hiranyaka.

Karena ancaman bahaya yang terus-menerus telah membuat sebuah lubang dengan seratus pintu masuk dan dia hidup di dalamnya.

Tersadar dengan hiruk pikuk burung-burung merpati yang sedang turun menuju tempatnya, Hirayanaka mundur dan berdiam diri.

Chitragreeva berkata, "Temanku Hiranyaka! Mengapa engkau tidak berbicara kepada kami?"

Hiranyaka mengenal suaranya, diapun keluar cepat-cepat dari lobangnya dan berkata, "Oh, aku sepertinya beruntung! Sahabatku Chitragreeva telah datang kepadaku."



Untuk:

Seseorang yang berbicara, tinggal dan bercakap-cakap
Dengan seorang teman,
Tidak ada yang lebih beruntung daripada dia.

Namun dengan melihat mereka terperangkap dalam jaring, dia berdiri terperangah untuk sejenak dan berkata, "Teman! Apa ini?"

Chitragreeva berkata, "Teman! Apa lagi kalau bukan buah hasil dari tindakan jahat kita di waktu kelahiran-kelahiran kita sebelumnya."

Untuk:

Melalui apapun alasannya, cara, tindakan, waktu,
Jenis, proporsi dan tempat,
Seseorang yang melakukan suatu perbuatan baik atau buruk;
Dia akan memperoleh balasannya melalui kekuatan nasib,
Dari alasan tersebut, cara, tindakan, waktu,
Jenis, proporsi dan tempat.



Juga:

Penyakit, kedukaan, penderitaan,
Ketertawanan dan malapetaka;
Adalah hasil dari pohon-pohon kejahatan
Yang dilakukan oleh manusia.

Mendengar hal tersebut, Hiranyaka kemudian cepat memulai menggigit ikatan Chitragreeva.

Melihat hal ini, Chitragreeva berkata, "Teman, bukan begitu. Pertama gigitlah ikatan yang mengikat pengikut-pengikutku dan kemudian punyaku."

Hiranyaka berkata, "Aku hanya memiliki sedikit kekuatan dan gigiku agak lemah .Bagaimana mungkin aku dapat menggigit seluruh ikatan ini? Sepanjang gigiku tidak akan patah, aku akan menggigit ikatan mereka juga."

Chitragreeva berkata, "Biarkan saja demikian. Tapi pertama gigitlah ikatan mereka semampumu."

Hiranyaka berkata, "Perlindungan terhadap pengikut melalui pengorbanan diri adalah tidak disetujui oleh mereka yang sangat mengetahui tata cara."

Untuk:

Seseorang harus menyimpan uang
Sebagai persiapan datangnya malapetaka,

Seorang suami harus melindungi isterinya
Mekipun taruhannya adalah semua uang
Yang dimilikinya,
Dan untuk hidupnya buat selama-lamanya,
Meskipun taruhannya adalah isteri
Dan uang yang dimilikinya.

Kewajiban-kewajiban agama, kekayaan,
Kenikmatan seksual dan perpisahan dengan dunia,
Hidup adalah tujuan dari semua perlindungan mereka;
Bagi seseorang yang telah menghancurkan hidup,
Apalagi yang tidak dia hancurkan?
Bagi seseorang yang telah melindungi hidupnya,
Apalagi yang tidak dilindunginya?

Chitragreeva berkata, "Teman! Hal tersebut adalah benar. Namun aku tak sanggup untuk bertahan kesengsaraan dari pengikut-pengikutku. Oleh karenanya aku berkata demikian."

Menanggung atau bertahan ///////////////////



Lebih pula:

Seorang yang bijak harus menjauhi kekayaan dan hidup,
Demi untuk orang lain,
Dan pengorbanan atas keduanya tentulah diinginkan,
Ketika kehancuran mereka tidak dapat dihindari lagi,
Maka penyebab dari pengorbanan adalah tepat.

"Juga terdapat alasan khusus yang lain."
Berkaitan dengan macam, kekayaan dan kualitas,
Mereka semua adalah sama bagiku,
Jadi, coba katakan padaku
Kapan dan apa yang akan menjadi hasil
Dari kekuasaanku terhadap mereka?



Juga:

Bahkan tanpa diberi upah
Mereka tak akan meninggalkanku,
Jadi, bahkan dengan taruhan hidupku,
Tolong lepaskan pengikut-pengikutku.



Dan juga:

Memperdulikqan tubuh ini,
Yang terbuat dari,
Daging, airseni, tahi dan tulang,
Maka tolonglah selamatkan nama baik saya,
Wahai teman.



Coba lihat:

Jika dari tubuh yang dapat musnah ini membawa kotoran,
Dan tahan lama akan dapat diperoleh,
Apalagi yang tidak diperoleh?



Untuk:

Antara tubuh dan kualitas,
Terdapat perbedaan yang sangat besar,
Tubuh adalah benda yang dapat musnah dalam sekejap,
Sementara kualitas bertahan sampai akhir dunia.

Ketika Hiranyaka mendengar hal ini, hatinya sangat gembira, rambutnya berdiri tegak dan diapun berkata, "Bravo, teman! Bravo! Dengan perasaan kasih sayang seperti ini terhadap pengikut-pengikutmu, engkau seperti penguasa tiga dunia6 , adalah cocok buat kamu."

Berkata demikian, dia kemudian menggerogoti seluruh ikatan tersebut.

Hiranyaka memberi hormat kepada semuanya dan berkata, "Temanku Chitragreeva, engkau harusnya tidak mencurigai kesalahan apapun terhadap dirimu yang terperangkap dalam jaring dan menyalahkan dirimu sedemikian rupa."



Untuk:

Adalah si burung,
Yang lebih dari ratusan Yojanas,
Dapat melihat makanannya,              yojnas[a measure of distance
Tidak akan melihat jaring,
Apabila waktunya telah habis.



Dan lebih lanjut:

Dengan melihat penderitaan sang bulan dan matahari,
Pada waktu gerhana,
Tertawannya gajah-jagah dan ular-ular kobra,
Kemiskinan orang-orang yang terpelajar,
Keyakinanku adalah bahwa takdir adalah hal
Yang sangat kuat.



Lebih lagi:

Bahkan pada saat bergerak diantara kesunyian langit,
Burung-burung bertemu dengan bencana:

Bahkan dari laut yang tidak dapat diukur,
Ikan tertangkap oleh mereka yang terlatih;

Jadi, di dalam dunia ini,
Apakah sebenarnya suatu perbuatan
Yang jahat atau baik?

Apakah keuntungannya,
Dari menjamin suatu posisi baik?

Waktu sendiri bersama dengan tangannya terbentang,
Dalam bentuk malapetaka,
Menangkap seseorang bahkan dari jarak yang jauh.

Setelah pencerahan ini, Hiranyaka memperlakukan dia dengan baik, memeluknya dan meminta maaf kepadanya.

Chitragreeva kemudian pergi ke negerinya bersama-sama dengan rombongannya sesuai keinginannya. Hiranyaka juga kembali ke lubangnya.

Untuk:

Seseorang harus berteman dengan seratus macam orang,
Siapapun mereka itu,
Lihatlah: Burung-burung merpati terbebas dari tawanan,
Melalui teman mereka, seekor tikus.

Sekarang, si burung gagak Laghupatanaka, yang telah melihat segalanya yang terjadi terhadap burung-burung merpati tadi, berkata dengan terheran-heran, "Oh Hiranyaka! Engkau benar-benar terpuji. Sekarang, akupun ingin berteman denganmu. Jadi, bantulah aku dengan sifat bertemanmu itu."

Mendengar hal ini, Hiranyaka bertanya dari dalam lubangnya, "Siapakah engkau?"

Dia menjawab, "Saya adalah seekor burung gagak bernama Laghupatanaka."

Hiranyaka tertawa dan berkata, "Pertemanan model apa yang bisa terjadi dengan kamu?"



Untuk:

Apapun yang bisa cocok untuk bisa disatukan
Dengan sesuatu yang lain,
Seorang yang bijak untuk itu harus,
Menyatukan mereka di dunia ini:
Aku adalah makanannya
Dan engkau adalah pemakannya,
Bagaimana mungkin ada rasa kasih sayang diantara kita?



Lebih lagi:

Sejak kasih sayang antara sang makanan
Dengan si pemakannya,
Adalah penyebab dari malapetaka,
Maka sang kijang tertangkap di jaring
Oleh seekor serigala,
Namun kemudian diselamatkan
Oleh seekor burung gagak.

Si burung gagak bertanya, "Bagaimana mungkin hal itu terjadi?"
Dan sang tikuspun bercerita:



Cerita Tentang Seekor Burung Gagak, Seekor Kijang dan Seekor Serigala

Di Madhyadesha, terdapat sebuah hutan rimba yang bernama Champakavati, dimana sudah semenjak lama seekor kijang dan seekor burung gagak hidup bersama dengan penuh rasa sayang diantara keduanya. Si kijang makannya cukup dan karenanya tubuhnya gemuk.

Seekor serigala telah memperhatikan keadaan kijang tersebut ketika dia sedang berjalan-jalan di hutan.

Si serigala berpikir, "Oh! Bagaimana rasanya kalau aku makan dagingnya yang lezat! Kalau begitu, aku harus membuat dia percaya dulu kepadaku."

Berpikir demikian, dia menghampiri si kijang dan berkata, "Teman! Apakah segala sesuatunya baik denganmu?"

Si kijang bertanya, "Engkau ini siapa?"

Si serigala menjawab, "Saya adalah serigala bernama Kshudrabuddhi dan aku hidup di hutan ini tanpa teman ataupun saudara, seolah-olah tanpa ada kehidupan. Namun sekarang, dengan memiliki teman sepertimu, rasanya aku seperti kembali lagi dalam alam kehidupan. Jadi, aku akan terus menjadi kawanmu."

Si kijang berkata, "Baiklah kalau demikian."

Setelah itu, ketika dewa Matahari, sang pemakai baju berkalung sinar-sinar telah terbenam, keduanya kemudian berangkat ke tempat kediaman si kijang.

Disana, di dahan pohon Champaka, hidup si Subuddhi, sang gagak, teman lama si kijang.

Melihat mereka berdua sementara bersama, sang gagak berkata, "Teman Chitragreeva! Siapa yang satu ini?"

Si kijang berkata, "Ini adalah serigala. Dia datang kemari dengan keinginan bersahabat dengan kita."

Si gagak berkata, "Teman! Persahabatan dengan seseorang yang datang secara tiba-tiba bukanlah hal yang semestinya."



Untuk:

Siapa yang keluarga dan karakternya tidak diketahui,
Tempat tinggal tidak boleh diberikan,              shelter/////
Dengan alasan karena kejahatan seekor kucing,
Seekor burung hering bernama Jaradgava terbunuh.

Keduanya berkata, "Bagaimana ceritanya sampai begitu?"

Sang gagakpun bercerita:



Cerita Tentang Seekor Burung Hering Buta,
Beberapa Burung Dan Seekor Kucing

Di tepi sungai Bhagirathi, terdapat sebuah bukit bernama Gridhrakuta. Di tempat itu tumbuh sebuah pohon Parkati yang besar. Di lubang pohon tersebut, hidup seekor burung hering bernama Jaradgava yang telah kehilangan cakar dan matanya.

Burung-burung lain yang hidup di pohon itu, karena merasa kasihan kepada Jaradgava selalu memberi sedikit dari makanan mereka kepadanya agar dia dapat bertahan hidup. Begitulah cara bagaimana Jaradgava hidup.

Nah sekarang, pada suatu ketika seekor kucing bernama Deerghakarna datang ke tempat tersebut dengan tujuan untuk memakan burung-burung muda. Melihat dia datang mendekat, kegaduhanpun mulai muncul pada burung-burung mudapun karena merasa ketakutan.

Mendengar hal ini, Jaradgava berkata, "Siapa yang datang?"

Melihat Jaradgava, Deerghakarna berpikir dalam kekhawatiran, "Waduh! Matilah aku!"



Bagaimanapun juga:

Seseorang harus takut dengan bahaya,
Sepanjang bahaya tersebut belum datang,
Tapi ketika melihat bahaya tersebut
Benar-benar telah datang,
Manusia haruslah bertindak sesuai keadaan.

"Pada jarak yang begitu dekat seperti ini, aku tak akan bisa melarikan diri. Jadi, apapun yang terjadi, terjadilah. Jadi, pertama-tama aku harus membuat dia menaruh kepercayaan kepadaku dan kemudian aku akan menghampirinya."

Berpikir demikian, sang kucing menghampirinya Jaradgava dan berkata, "Arya!, salam hormatku kepadamu."

Si burung hering berkata, "Kamu siapa?"

Dia berkata, "Aku adalah seekor kucing."

Si burung hering berkata, "Kalau begitu pergi kamu jauh-jauh, kalau tidak akau akan membunuhmu."

Si kucing berkata, "Pertama-tama, dengarkanlah perkataanku. Kemudian, jika memang aku pantas untuk dibunuh, bunuhlah aku."



Untuk:

Semata-mata karena seseorang termasuk
Dalam suatu kasta tertentu,
Apakah seseorang dibunuh atau dihormati?
Hanyalah ketika kepastian akan tindakan seseorang
Apakah baik atau buruk,
Maka orang tersebut dibunuh atau dihormati.

Si burung hering berkata, "Jelaskan kepadaku! Mengapa kamu datang kemari?"

Si kucing meneruskan, "Aku hidup disini di tepi sungai Gangga, mandi setiap hari disitu, tidak memakan daging, hidup membujang dan mempraktekkan sumpah Chandrayana. Engkau memiliki pengetahuan akan agama sehingga pantas memeiliki kepercayaan. Burung-burung selalu memujimu seperti itu di hadapan saya. Engkau begitu berpengalaman dalam pengetahuan selama bertahun-tahun. Jadi, aku datang kemari untuk belajar tentang etika-etika agama darimu. Meskipun engkau saleh, jika memang sudah siap untuk membunuh saya, yang mana hanyalah seorang tamu! Bagaimanapun juga, hal ini adalah tugas dari pemilik rumah."

Bahkan terhadap seorang musuh
Keramahan yang pantas haruslah diperlihatkan,
Pada waktu dia berkunjung ke rumah seseorang,

Pohon tidak akan menarik naungannya dari pemotongnya;

Jika tidak ada kekayaan,
Seorang tamu haruslah dihormati
Paling tidak dengan kata-kata yang baik.



Sebagaimana disebutkan:

Di dalam rumah yang salrh
Hal-hal berikut tidak akan pernah ditolak:
Sebuah alas dari rumput, tempat, air,
Dan yang keempat, percakapan yang santun.



Lebih pula:

Bahkan terhadap mahluk hidup tanpa jasa,
Kesalehan tetap memperlihatkan perasaan haru,
Sang bulan tidak akan menarik cahayanya, Dari sebuah rumah Chandala.                      Chandala: Lowest caste in Hindus
Jika seorang tamu kembali,
Kecewa dengan harapan-harapannya
Di rumah seseorang,
Maka dosa-dosanya akan berpindah
Ke tuan dari rumah tersebut,
Dan sebaliknya dia akan membawa pergi
Jasa-jasa tuan rumah tersebut.



Juga:

Bahkan ketika seorang yang berkasta rendah,
Mengunjungi rumah dari seseorang
Yang berkasta tinggi,
Dia harus dihormati secara pantas,
Karena semua Dewa bertempat
Dalam diri seorang tamu.

Sang burung hering berkata, "Kucing-kucing tentu memiliki keinginan terhadap daging dan anak-anak dari burung-burung hidup disini. Itulah alasannya mengapa aku berkata demikian."

Ketika si kucing mendengar hal ini, dia kemudian menyentuh tanah dan kemudian telinganya seperti tanda bersimpuh dan berkata, "Setelah mendengar Dharmashastra dan tidak memiliki keinginan lagi, sumpah Chandrayana yang sulit ini telah dijalankan oleh saya. Bahkanpun ayat-ayat dalam kitab yang saling bertentangan satu sama lain dalam beragam subjek, mereka setuju dengan hal ini, bahwasanya tanpa-kekerasan adalah agama yang tertinggi."



Untuk: menyentuh tanah : took an oath

Manusia yang tidak membunuh,
Yang menahan segala hal,
Dan siapa yang menjadi tempat pengungsian bagi semua,
Akan masuk surga.



Lebih pula:

Satu-satunya teman hanyalah agama,
Yang akan selalu menemani seseorang
Bahkan setelah mati,
Segala yang lain akan musnah,
Bersama-sama dengan badan.



Juga:

Ketika seseorang memakan daging orang yang lain,
Lihatlah perbedaan antara keduanya,
Bagi yang satu kesenangan adalah bersifat sementara,
Sementara bagi yang lainnya
Adalah merupakan kehilangan dari hidupnya.



Lebih pula:

Aku harus mati;
Pada saat penderitaan itu muncul pada diri seorang manusia,
Yang lain bahkan tidak bisa menggambarkan hal itu
Dengan cara mengira-ngira.



Dengarkan lagi:

Perut seseorang dapat diisi,
Bahkan hanya dengan sayur-sayuran
Yang tumbuh dengan spontan dalam sebuah hutan,
Jadi demi perut yang susah sekali,
Siapa yang akan melakukan sebuah dosa besar?

Dengan menciptakan kepercayaan seperti itu terhadapnya, si kucingpun tinggal di lubang dari pohon itu. Dan dengan berlalunya waktu, dia kemudian menyerang anak-anak burung, membawa mereka ke lubang pohon tersebut dan memakan mereka setiap hari.

Sekarang, orang-orang tua dari burung-burung yang dimakan tersebut berada dalam kesedihan yang mendalam dan menangis, mereka mulai mencari disekitarnya.

Melihat hal ini, si kucing keluar dari lubang pohon dan berlari dengan cepat. Tidak lama kemudian, setelah mencari kesana-kemari, burung-burung kemudian menemukan tulang-tulang dari anak-anak mereka di lubang pohon.

Dengan berkata "Si Jaradgava telah memakan anak-anak kita," merekapun membunuh si burung hering tersebut.

Mendengar hal ini si serigala berkata dengan nada marah, "Pada hari pertemuan kamu dengan si kijang, keluarga dan karaktermu juga tidak diketahui. Lalu bagaimana sikap persahabatan dia bertambah hari demi hari terhadap kamu?"



Juga:

Di tempat dimana tidak terdapat orang-orang terpelajar,
Seseorang dengan intelektualitas
Yang rendahpun bahkan dihormati,
Di negara dimana tidak terdapat pohon-pohon,
Tanaman pohon minyak kastrolipun
Akan dianggap sebagai pohon.



Lebih lagi:

Ini adalah milik saya atau milik orang lain,
Hanya orang yang buruklah yang berpikir demikian,
Namun bagi orang yang murah hati,
Dunia ini adalah sebuah keluarga.

"Oleh karenanya sama seperti kijang ini adalah temanku, demikian juga dengan kamu."

Si kijang berkata, "Apa gunanya perbantahan ini? Sebaiknya mari kita tinggal bersama dengan bahagia, bercakap-cakap dengan penuh kepercayaan."



Untuk:

Tak ada seorangpun yang menjadi teman orang lain,
Tak ada seorangpun yang menjadi musuh orang lain
Adalah tingkah laku seseorang,
Yang membuat pertemanan atau permusuhan.

Sang gagak menjawab, "Kalau begitu biarlah."

Dan pada waktu subuh, mereka kemudian pergi sendiri-sendiri menurut kehendak hati masing-masing.

Suatu ketika si serigala berkata dengan penuh kepercayaan kepada si kijang, "Teman! Di salah satu bagian dari hutan ini, terdapat sebuah ladang penuh jagung. Mari, akan aku tunjukkan kepadamu tempatnya."

Merekapun pergi ketempat ladang itu, dan semenjak itu si kijang datang ke tempat setiap hari untuk makan.

Suatu hari, pemilik ladang yang akhirnya melihat bahwa si kijang selalu datang dan memakan tanaman jagungnya, membuat perangkap.

Beberapa waktu kemudian, si kijang yang datang kembali untuk makan terperangkap di jala.

Dia kemudian berpikir, "Siapalagi yang dapat menyelamatkan saya dari jala pemburu ini yang seperti jerat kematian kecuali seorang teman?"

Tak lama kemudian serigala muncul di tempat tersebut dan berpikir, "Caraku yang curang benar-benar telah memunhi keinginanku. Pada saat dia dipotong, aku yakin akan memperoleh tulang-tulangnya yang terbungkus dengan daging dan darah yang akan menjadi makanan yang berlimpah buatku."

Melihat si serigala, sang kijang merasa gembira dan berkata, "Oh teman! Potonglah jerat-jerat yang melilitku dan selamatkan aku secepatnya."



Untuk:

Seseorang menguji seorang teman di dalam hal malapetaka,
Seorang prajurit di dalam sebuah perang,
Seorang yang jujur di dalam pinjaman,
Seorang isteri pada saat kekayaan telah berkurang,
Dan saudara-saudara dalam kesulitan.



Juga:

Dalam pesta pora dan malapetaka,
Dalam kelaparan dan ketika kerajaan digulingkan,
Di gerbang kerajaan
Dan di sebuah tempat pembakaran mayat,
Siapa yang selalu setia dengan yang lain
Adalah benar-benar seorang teman.

Sang serigala melihat jala tersebut berkali-kali dan berpikir, "Jala ini benar-benar kuat."

Kemudian di menjawab, "Teman! Jerat ini terbuat dari urat-urat daging. Dan hari ini adalah hari Minggu8, bagaimana bisa aku menyentuh mereka dengan gigiku? Teman! Jika engkau tidak menanggapi dengan salah, besok pagi akan aku lakukan sesuai dengan apapun yang engkau inginkan."

Berkata demikian, serigala menyembunyikan dirinya di dekat situ dan menunggu.

Beberapa saat kemudian setelah malam tiba, burung gagak yang melihat bahwa si kijang belum juga kembali, melakukan pencarian kesana kemari. Akhirnya setelah menemukan si kijang dan melihat keadaannya, si burung gagak bertanya, "Teman! Ada apa ini?" Si kijang berkata, "Ini adalah hasil dari kelakuanku yang tidak mau mendengar nasihat seorang teman."



Seperti disebutkan:

Siapa yang tidak mendengar nasihat dari teman-temannya,
Yang mana mereka menginginkan kebaikan bagi dia,
Maka malapetaka akan terjadi kepadanya,
Dan orang seperti sesungguhnya
Adalah sebuah kesenanganbagi musuh-musuhnya.

Si burung gagak bertanya, "Mana dia si curang?"

Si kijang berkata, "Dia berada di sekitar sini, ingin memakan dagingku."

Si burung gagak berkata, "Teman, aku telah mengatakan hal itu."

Aku tidak berbuat kesalahan,
Hal ini mestinya tidak menjadi alasan
Untuk mempercayai yang lain,
Karena terdapat bahaya dari orang-orang yang jahat,
Bahkanpun terhadap orang-orang yang saleh.

Siapa yang tidak dapat mengenal
Bau dari lampu yang dipadamkan,
Tidak mendengar nasihat dari seorang teman,
Tidak melihat bintang Arundhati;
Sesungguhnya hidupnya telah sampai pada akhir.

Siapa yang merusak pekerjaan orang lain
Sementara orang tersebut tidak hadir,
Tapi ia berkata manis dihadapan orang yang bersangkutan,
Maka teman yang seperti itu harus dihindari,
Seperti sebuah kendi berisi racun,
Yang di atasnya terdapat sedikit susu.

Mendenguh dengan dalam, dia berkata, "Oh curang! Mengapa kamu bertindak jahat?"



Untuk:

Mereka yang dimenangkan,
Melalui kata-kata manis dan perhatian palsu,
Mereka yang penuh dengan harapan,
Dan mereka yang telah menaruh kepercayaan
Terhadap yang lain,
Apa kebanggaannya
Dalam hal mencurangi pemohon-pemohon ini di dunia?



Dan lebih pula:

Seorang yang baik,
Seorang yang percaya,
Seorang yang pikirannya bersih;
Ketika seseorang mencelakai orang seperti itu,
Oh bumi seperti dewa!
Bagaimana mungkin engkau memikul pengkhianat seperti itu?
Seseorang tidak boleh berteman
Dan memiliki perasaan sayang terhadap seorang yang jahat,
Arang, ketika berpijar akan membakar tangan,
Dan ketika dingin membuat tangan menjadi hitam.
"Hal demikian adalah sifat alamiah dari orang yang jahat."

Pada awalnya, dia akan bersimpuh di kaki,
Namun kemudian dia akan memakan daging di belakang9,
Di telinga, dia mendengung suara-suara manis dan aneh10,
Setelah melihat titik lemah,
Dia secara tiba-tiba akan masuk tanpa ada rasa takut,
Binatang agas melakukan perbuatan yang serupa,
Sama seperti yang dilakukan oleh seorang yang jahat.

Bahwasanya seorang yang jahat yang berkata manis,

Tidaklah bisa dijadikan alasan untuk percaya kepadanya,

Terdapat sekecup madu di ujung lidahnya,

Dan racun mematikan di dalam hatinya.

Beberapa saat kemudian setelah hari telah subuh, pemilik ladang terlihat datang ke tempat itu dengan membawa tongkat ditangannya.

Melihat dia, si burung gagak berkata, "Temanku kijang! Berbaringlah engkau, seolah-olah engkau telah mati, dengan perut yang penuh terisi angin dan kaki yang kaku. Pada saat aku membuat suara, pada saat itu, engkau harus lekas-lekas bangun dan lari jauh dengan secepatnya."

Sang kijangpun berbaring seperti yang sarankan oleh si burung gagak.

Ketika pemilik ladang melihat si kijang dalam keadaan seperti itu, matanya terbuka lebar dengan penuh kegirangan.

ia berkata, "Oh! Dia rupanya sudah mati,"

Dia melepaskan si kijang dari senar dan kemudian sibuk mengumpulkan jaring-jaring tersebut. Pada saat ini, mendengar suara dari burung gagak, si kijang dengan cepat bangun dan lari jauh.

Sang pemilik ladang melemparkan tongkat ke arahnya namun mengena ke serigala yang membuat dia mati.



Seperti disebutkan:

Dalam tiga tahun, tiga bulan,
Tiga kali dua minggu dan tiga hari,
Bagi kebajikan-kebajikan dan dosa-dosa
Yang amat sangat,
Seseorang memperoleh balasannya sendiri disini.

Karenanya aku berkata," lanjut si tikus, "sejak perasaan kasih sayang antara sang makanan dan pemakannya, dan sebagainya."

Sang gagak berkata kembali:

Bahkanpun dengan memakan kamu,
Aku tidak akan mendapatkan makanan yang cukup,
Tapi bila kamu hidup,
Aku akan hidup seperti Chitragreeva,
Wahai orang yang tanpa dosa!



Lebih pula:

Bahkan pada binatang-binatang yang lebih rendah,
Yang tindakan mereka selalu bersifat kebajikan,
Kepercayaan yang bersifat timbal-balik terdapat di dalamnya;
Tingkah-laku dari orang-orang yang saleh
Tidak akan berubah,
Karena sifat dasar mereka yang baik.



Dan juga:

Pikiran dari seorang yang mulia,
Meskipun dipancing,
Tidak akan terpengaruh,
Sama seperti tidak mungkinnya untuk memanasi,
Air di lautan dengan sebuah obor jerami.

Hiranyaka berkata, "Engkau selalu plin-plan. Dengan seorang yang bersifat plin-plan, persahabatan tidak boleh ada."



Seperti disebutkan:

Seekor kucing, seekor banteng, seekor biri-biri jantan,
Seekor gagak, demikian juga seorang yang jahat;
Dengan menciptakan kepercayaan,
Mereka akan mendominasi yang lainnya,
Jadi tidaklah pantas menaruh kepercayaan kepada mereka.

"Juga pertimbangkanlah hal ini. Engkau berada pada pihak musuh kami."



Seperti disebutkan:

Dengan seorang musuh,
Seseorang tidak boleh pernah membuat perdamaian,
Bahkan setelah suatu perjanjian damai
Yang dibuat dengan baik;
Bahkan air yang dimasak,
Memadamkan api.



Juga:

Orang-orang yang jahat
Meskipun terpelajar haruslah dihindari,
Karena seekor kobra tidak dihiasi dengan sebuah permata11,
Masih menakutkan?
Apa yang tidak mungkin,                   Hindu Mythology
Tidak akan pernah menjadi mungkin,
Apa yang mungkin akan tetap menjadi mungkin;
Sebuah kereta tidak akan bergerak di air,
Tidak pula sebuah boat di tanah.



Lebih pula:

Bahkanpun dengan kekayaan yang melimpah,
Seseorang yang menaruh kepercayaan terhadap musuh,
Atau terhadap seorang istri-istri yang menjadi asing,
Hidupnya telah habis.
Laghupatanaka berkata, "Aku telah mendengar segala sesuatunya. Namun aku masih tetap akan berteman denganmu, atau kalau tidak aku akan membunuh diriku sendiri dengan cara berpuasa."



Untuk:

Persahabatan dengan seorang yang jahat
Sama seperti sebuah kendi dari tanah liat,
Mudah untuk dipecahkan
Dan sulit untuk disatukan kembali,
Sementara dengan seorang yang saleh
Sama seperti sebuah kendi dari emas,
Sulit untuk dipecahkan
Dan mudah untuk disatukan kembali.



Dan juga:

Kesatuan seluruh metal terjadi karena
Kualitas sifat mencair yang dimiliki oleh mereka,

Bagi semua binatang dan burung-burung
Karena suatu sebab yang bersifat inheren,
Bagi orang-orang yang bodoh
Karena sifat takut dan rakus,
Dan bagi orang-orang yang saleh
Ka rena penglihatan yang apa adanya.



Juga:

Persahabatan kelihatannya seperti buah kelapa,12 Sementara yang lainnya terlihat seperti buah Badari13

Untuk:

Bahkan setelah pecahnya persahabatan,
Kualitas-kualitas dari orang-orang saleh
Tidak mengalami perubahan,
Meski setelah tangkai bunga lotus patah,
Serat-seratnya tetap melekat satu sama lain.



Juga:

Kemurnian, kedermawanan, keberanian,
Kesamaan terhadap keadaan sukar dan kebahagiaan,
Kesopan santunan, kasih sayang dan sifat
Yang sebenar-benarnya;
Inilah kualitas-kualitas dari seorang teman.

"Siapa lagi yang dapat aku temui selain kamu yang diberkati dengan kualitas-kualitas seperti ini?"

Mendengar hal ini, Hiranyaka keluar dan berkata, "Aku terpuaskan dengan kata-katamu yang seperti madu."



Seperti disebutkan:

Bagi seseorang yang tertekan dengan panas,
Tidakpun dengan mandi air dingin,
Atau pula sebuah kalung mutiara,
Atau pula salep yang terbuat dari kayu cendana,
Dapat diolesi untuk setiap anggota badan,           diolesi ..//////
Kesenangan sama banyaknya                  bersenang ////////
Dengan kata-kata yang dikeluarkan
Oleh orang-orang baik,
Yamg disampaikan dengan perasaan penuh kasih sayang,
Dan dikemukakan dengan pertimbangan yang sangat baik,
Yang menyerupai sebuah daya tarik yang mempesona
Bagi pikiran orang-orang saleh.



 
Back


  Next
Hitopadesha in German Home Hitopadesha in English